Tanggapan terhadap puisi di atas: Sajak ini memang membuat orang yang membacanya penasaran terhadap maksud dari ungkapan-ungkapan penyair. Namun, dari segi diksi, bahasa penyair terlalu lugas dan penggunaan kalimatnya cukup lengkap sehingga puisi ini terkesan sebuah cerita atau prosa jika saja tipogra? atau susunannya berbentuk paragraf. Teknik membaca puisi di atas pentas 1. Kenakan pakaian yang rapi, nyaman namun sesuai dengan isi puisi yang akan kalian bacakan. Berpakaianlah sewajarnya namun dapat menarik perhatian, sehingga mendukung isi puisi yang dibacakan. 2. Berdiri tegak, tenang dan percaya diri di atas pentas. 3. Kuasailah pentas! Yakinlah bahwa kalian telah mengenakan pakaian dengan rapi atau mengenakan pakaian sesuai dengan isi puisi yang akan kalian baca.Berdirilah dengan tegak dan tenang di atas pentas sebelum kalian memulai membaca.Kuasailah pentas dan penonton dengan mengarahkan pandangan ke segala penjuru sambil memberikan penghormatan kepada mereka dengan cara menganggukkan kepala. Kedua, suasana hati. Ketika suasana hati pembaca seirama dengan tema puisi, maka proses penilaian berlangsung lebih dramatis. Pembaca ikut tenggalam dalam puisi yang seakan membaca pembaca pada situasu tersebut. Ketiga, kekayaan wawasan. Semakin banyak wawasan seseorang, cara pendangnya terhadap sesuatu akan lebih bijaksana. 3. Membaca kalimat dengan berbagai variasi seperti di atas. Perhatikan juga bentuk mulut. 3.7 INTONASI Seandainya pada dialog yang kita ucapkan, kita tidak menggunakan intonasi, maka akan terasa monoton, datar dan membosankan. Yang dimaksud intonasi di sini adalah tekanan-tekanan yang diberikan pada kata, bagian kata atau dialog. Teknik membaca puisi di atas pentas. Kenakan pakaian yang rapi, nyaman namun sesuai dengan isi puisi yang akan kalian bacakan. Berpakaianlah sewajarnya namun dapat menarik perhatian, sehingga mendukung isi puisi yang dibacakan. Berdiri tegak, tenang dan percaya diri di atas pentas. Kuasailah pentas! m3Lw.

cara membaca puisi di atas pentas